BC 2.3 (importasi untuk TPB) (1)

TATA KERJA PENGELUARAN BARANG IMPOR DARI KAWASAN PABEAN UNTUK
DITIMBUN DI TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM
PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK

 

 

I. PENDAFTARAN BC 2.3

 

Pengusaha TPB mengisi BC 2.3 dengan menggunakan modul aplikasi komputer BC 2.3 diantaranya dengan mencantumkan :

  • nomor dan tanggal BC 1.1 dan nomor posnya;
  • uraian barang secara jelas, sekurang-kurangnya meliputi jenis, merk, ukuran, tipe dan/atau spesifikasi lain dan kode barang sehingga dapat ditetapkan klasifikasi barang tersebut dalam 10 (sepuluh) digit sesuai Buku Tarif Bea Masuk Indonesia;
  • nomor dan tanggal Airway Bill (AWB) atau Bill of Lading (B/L);
  • nomor dan tanggal invoice, packing list dan dokumen pendukung lainnya untuk barang impor.

Pengusaha TPB melakukan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui Bank Devisa Persepsi, Kantor Pabean, atau PT Pos Indonesia dan menerima tanda bukti pembayaran untuk Pengusaha TPB yang tidak menggunakan fasilitas pembayaran PNBP berkala.

Pengusaha TPB mengirim data BC 2.3 (customs declarations/cusdec) ke Kantor Pengawasan melalui jaringan PDE.

Dalam hal data BC 2.3 tidak diisi dengan lengkap dan benar, belum menyelesaikan
pembayaran PNBP atas pendaftaran BC 2.3 sebelumnya, dan/atau belum menyerahkan
persyaratan dokumen pabean lebih dari 3 (tiga) hari kerja sejak diterbitkan NPPD:

  • SKP BC 2.3 di Kantor Pengawasan mengirim respon NPP kepada Pengusaha TPB.
  • Pengusaha TPB menerima dan mencetak customs respons (cusres) NPP.
  • Pengusaha TPB mengirim kembali BC 2.3 setelah:

a. data BC 2.3 diisi dengan lengkap dan benar.
b. menyelesaikan pembayaran PNBP atas pendaftaran BC 2.3 sebelumnya.

c. menyerahkan persyaratan dokumen pabean lebih dari 3 (tiga) hari kerja sejak diterbitkan NPPD.

Dalam hal diperlukan izin dari instansi terkait:

  • Pejabat bea dan cukai di Analyzing Point menerbitkan NPPD dengan menggunakan SKP.
  • SKP BC 2.3 di Kantor Pengawasan mengirimkan respons NPPD kepada Pengusaha TPB yang berisikan permintaan dokumen surat keputusan penangguhan dari Direktur Jenderal dan/atau Izin dari instansi terkait.
  • Pengusaha TPB menerima dan mencetak customs respons (cusres) NPPD.
  • Pengusaha TPB menyerahkan NPPD, surat keputusan penangguhan, dan/atau izin dari instansi terkait kepada Pejabat bea dan cukai di Loket Penerimaan Dokumen paling lama dalam jangka waktu 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal permintaan.
  • Pejabat bea dan cukai di Loket Penerimaan Dokumen menerima NPPD, surat keputusan penangguhan, dan/atau izin dari instansi terkait dari Pengusaha TPB.
  • Pejabat bea dan cukai di Loket Penerimaan Dokumen membuat, membukukan, dan menyerahkan tanda terima penyerahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran V.I Peraturan Direktur Jenderal ini kepada Pengusaha TPB atas penyerahan NPPD, surat keputusan penangguhan, dan/atau izin instansi terkait.
  • Pejabat bea dan cukai di Loket Penerimaan Dokumen meneruskan surat keputusan penangguhan atau izin instansi terkait kepada Pejabat bea dan cukai di Analyzing Point.
  • Pengusaha TPB menerima dari Pejabat bea dan cukai di Loket Penerimaan Dokumen berupa tanda terima penyerahan NPPD, surat keputusan penangguhan, dan/atau izin dari instansi terkait.
  • Pejabat bea dan cukai di Analyzing Point menerima NPPD, surat keputusan penangguhan, dan/atau izin dari instansi terkait dari Pejabat bea dan cukai di Loket Penerimaan Dokumen.
  • Pejabat bea dan cukai di Analyzing Point mencocokkan data BC 2.3 dengan surat keputusan penangguhan atau izin instansi terkait.
  • Dalam hal kedapatan sesuai maka Pejabat bea dan cukai di Analyzing Point meneruskan proses penelitian data BC 2.3 oleh SKP.
  • Dalam hal kedapatan tidak sesuai maka menerbitkan NPPD kembali.

Dalam hal hasil penelitian menunjukan pengisian telah lengkap dan benar dan dokumen
izin telah terpenuhi:

  • SKP BC 2.3 di Kantor Pengawasan memberikan nomor dan tanggal pendaftaran pada BC 2.3.
  • SKP BC 2.3 di Kantor Pengawasan menerbitkan respon SPPB –TPB atau SPPB –TPB Merah.
  • SKP BC 2.3 di Kantor Pengawasan menunjuk Pejabat bea dan cukai yang akan melakukan pemeriksaan fisik barang dalam hal diterbitkan respon SPPB –TPB Merah.
  • SKP BC 2.3 di Kantor Pengawasan mengirimkan respon nomor dan tanggal pendaftaran BC 2.3 dan respon SPPB –TPB atau SPPB –TPB Merah kepada Pengusaha TPB. 8.5. SKP BC 2.3 di Kantor Pengawasan mengirimkan data BC 2.3, respon SPPB – TPB atau SPPB –TPB Merah ke Kantor Pembongkaran.
  • Pengusaha TPB menerima respon nomor dan tanggal pendaftaran BC 2.3 dan respon SPPB –TPB atau SPPB –TPB Merah dan mencetak SPPB-TPB atau SPPB –TPB Merah.

 



,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This entry was posted on 3 October, 2012 and is filed under Kepabeanan. Written by: . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.